Langsung ke konten utama

Bunga Mawar yang indah



Mawar merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri. Mawar yang dikenal nama bunga ros atau Ratu Bunga merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Mawar berasal dari dataran Cina, Timur Tengah dan Eropa Timur. Dalam perkembangannya, menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis).


JENIS TANAMAN

Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi), mawar diklasifasikan sebagai berikut:

  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub Divisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledonae
  • Ordo : Rosanales
  • Famili : Rosaceae
  • Genus : Rosa
  • Species : Rosa damascena Mill., R. multiflora Thunb., R. hybrida Hort., dan lain-lain. 

Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda). Mawar yang banyak peminatnya adalah tipe Hybrid Tea dan Medium, memiliki variasi warna bunga cukup banyak, mulai putih sampai merah padam dan tingkat produktivitas tinggi: 120-280 kuntum bunga/m2 /tahun.

Varietas-varietas mawar hibrida (Hybrid Tea) yang telah ditanam di Indonesia oleh PT. Perkebunan Mangkurajo adalah: Coctail, Diplomat, Idole, Jacaranda, Laminuette, Osiana, Pareo, Samorai, Sonate de Meilland, Sonia, Sweet Sonia, Tineke, Vivaldi, White Success dan Yonina. Sedangkan mawar tipe Medium antara lain adalah Golden Times, Jaguar, Sissel, Laser, dan Kiss. Kelebihan varietas mawar hibrida adalah tahan lama dan warna-warninya menarik. Mawar tipe Hybrid Tea bertangkai bunga 80-120 cm, tipe Medium 40-60 cm.

Beberapa varietas mawar introduksi yang dianjurkan didataran rendah: Cemelot, Frad Winds, Mr. Lincoln, dan Golden Lustee sebagai mawar bunga potong. Sedangkan varietas Folk Song, Khatherina Zeimet, Woborn Abbey dan Cimacan Salem untuk tanaman taman.


MANFAAT TANAMAN

  1. Tanaman hias di taman/halaman terbuka (out doors).
  2. Tanaman hias dalam pot pengindah dan penyemarak ruang tamu ataupun koridor.
  3. Dijadikan bunga tabur pada upacara kenegaraan atau tradisi ritual.
  4. Diekstraksi minyaknya sebagai bahan parfum atau obat-obatan (pada skala penelitian di Puslitbangtri).

Penulis: Arbaniah
DIKJUT XXIV MAHIPA 2024
DIVISI LINGKUNGAN HIDUP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANJIR

Banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia. Definisi banjir adalah keadaan dimana suatu daerah tergenang oleh air dalam jumlah yang besar. Kedatangan banjir dapat diprediksi dengan memperhatikan curah hujan dan aliran air. Namun terkadang banjir dapat datang tiba-tiba akibat angin badai atau kebocoran tanggul yang biasa disebut banjir bandang. Penyebab banjir mencakup curah hujan yang tinggi; permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut; wilayah terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan sedikit resapan udara; pendirian bangunan disepanjang bantaran sungai; aliran sungai tidak lancar akibat terhambatnya sampah; serta berkurangnya penutupan lahan di daerah hulu sungai.  Meskipun berada di wilayah “bukan langganan banjir". Setiap orang harus tetap waspada terhadap kemungkinan bencana alam ini. SEBAGAI LANGKAH PERSIAPAN YANG HARUS KITA LAKUKAN ADALAH: Menata daerah aliran sungai dari hulu ke hilir secara terpadu sesuai dengan...

Pendakian Nasional Merah Putih 2024 di Gunung Kahung: MAHIPA IAI Darussalam Martapura Rayakan Kemerdekaan dan Promosikan Wisata Lokal

Martapura, 20 Agustus 2024 – Dengan semangat dan dedikasi tinggi, kami, Mahasiswa Islam Pecinta Alam (MAHIPA) Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Martapura, telah sukses menyelenggarakan Pendakian Nasional Merah Putih 2024. Acara ini berlangsung dari 14 hingga 19 Agustus 2024 di Gunung Kahung, Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, dengan tema "Explore The Rain Forest." Kegiatan dimulai pada 14 Agustus 2024 dengan keberangkatan peserta dan panitia dari kampus menuju Pelabuhan Aranio. Setelah tiba di pelabuhan, rombongan menyeberang menuju Desa Belangian dan menginap semalam di desa tersebut. Pada malam hari, kami mengadakan ramah tamah bersama aparat desa Belangian sebagai bentuk apresiasi dan untuk mempererat hubungan dengan komunitas setempat. Gunung Kahung, yang memiliki ketinggian 1.456 meter di atas permukaan laut, dipilih sebagai lokasi acar...